Hard skill vs soft skill
Hard skill bisa dipelajari dan diukur: perangkat lunak, bahasa, metode, sertifikasi. Soft skill adalah cara Anda bekerja: komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah. Awali dengan hard skill dan buktikan soft skill lewat poin pengalaman.
Keahlian yang banyak dicari per bidang
Teknologi
Python, JavaScript, SQL, cloud (AWS, Azure, GCP), keamanan siber, analisis data, machine learning, DevOps, desain API.
Bisnis & pemasaran
SEO, Google Ads, strategi konten, CRM (Salesforce, HubSpot), manajemen proyek, financial modeling, visualisasi data.
Kesehatan
Pengkajian pasien, rekam medis elektronik (Epic, Cerner), pemberian obat, pengendalian infeksi, BLS/ACLS.
Teknis & operasional
Pengoperasian forklift, kepatuhan K3, membaca gambar kerja, perawatan preventif, manajemen stok.
Soft skill yang paling dihargai
Komunikasi, kerja tim, adaptasi, pemecahan masalah, kepemimpinan, manajemen waktu, ketelitian, fokus pada pelanggan.
Cara menunjukkan keahlian
- Cantumkan 6–12 hard skill yang relevan di bagian khusus.
- Gunakan nama yang persis sama dengan deskripsi pekerjaan.
- Buktikan lewat poin: “Membangun dashboard Power BI yang dipakai 200 manajer.”
- Hapus keahlian usang atau tidak relevan (mis. Word dasar untuk posisi senior).
Tidak yakin keahlian apa yang cocok? Gunakan saran keahlian AI di pembuat CV.