Buat CV saya

Format CV Terbaik: Kronologis, Fungsional, atau Hibrida?

Format yang tepat membantu perekrut menemukan yang mereka cari dengan cepat. Berikut kapan menggunakan masing-masing dari tiga format utama.

Diperbarui: · 5 menit baca · AI Resume Builder Career Team

Kronologis terbalik (disarankan)

Menyusun riwayat kerja dari yang terbaru ke yang terlama. Paling cocok untuk yang punya pengalaman konsisten di bidangnya. Format paling ramah perekrut dan ATS.

Fungsional (berbasis keahlian)

Mengelompokkan pengalaman berdasarkan keahlian, bukan pekerjaan. Bisa menutupi jeda karier, tetapi banyak perekrut tidak menyukainya karena tidak jelas di mana dan kapan keahlian itu digunakan. Gunakan seperlunya.

Hibrida (kombinasi)

Diawali bagian keahlian atau sorotan yang kuat, diikuti riwayat kerja kronologis yang ringkas. Cocok untuk yang beralih karier dan punya pengalaman beragam.

Tips tata letak untuk semua format

  • Margin 1,5–2 cm.
  • Teks isi 10–11 pt; judul 12–14 pt.
  • Spasi dan perataan konsisten.
  • Satu warna aksen sudah cukup.

Perbedaan antarnegara

Di AS, Inggris, dan Kanada, jangan cantumkan foto dan data pribadi. Di sebagian besar Eropa, Turki, dan Asia — termasuk Indonesia — foto profesional dan tanggal lahir masih umum. Perusahaan Jepang sering mengharapkan format rirekisho. Ikuti kebiasaan setempat dan instruksi perusahaan.

Pertanyaan umum

Format CV mana yang terbaik?
Kronologis terbalik untuk sebagian besar pencari kerja; hibrida untuk yang beralih karier.
Apakah CV sama dengan resume?
Di AS, CV adalah dokumen akademik yang panjang; di Eropa dan sebagian besar dunia, termasuk Indonesia, “CV” berarti daftar riwayat hidup biasa.
Perlukah foto di CV?
Tergantung negara. Tidak perlu di AS, Inggris, dan Kanada; umum di banyak negara Eropa dan Asia.